Anny sudah capek dengan perasaanya terhadap Hardi yang tak kunjung memberi kepastian hubungannya..
dengan tegas dan penuh emosi dia menghardik Hardi "aku sudah memiliki kekasih baru.Dia jauh lebih baik darimu.Dia mencintaiku.Dia lebih membutuhkanku.Tidak seperti kamu yang selalu menyakitiku. Kamu yang memuakkan. Menyebalkan. Kamu hanya pecundang yang mampu mebuatku jatuh.Dan kemudian meninggalkanku. Tidak pernah membantuku berdiri"
Hardi terdiam..bingung merangkai kata..
Mungkin dalam hatinya ada perasaan bersalah..
namun dia mencoba membuka pembicaraan
"Siapa orang baru dalam hidupmu?"
Anny mengusap air matanya.
Bukan karena cengeng. Namun dia sudah tidak tahan dengan sakit hatinya yang sudah mengkristal.
"Kenapa kamu peduli? itu semua urusanku" ucapnya menunduk tanpa melihat Hardi
"aku harus tau" elak Hardi
"Apa? harus tau? Hey anjing! apa maksudmu dengan harus tau siapa dia? kenapa kamu tidak mencari tahu perasaanku? justru mencari tahu orang baru dalam kehidupanku"
Hardi tetap terdiam. Tak beranjak dari tempatnya berpijak.
Anny pergi. Keluar. dan membanting pintu.
dia menangis dalam langkahnya menuju pulang
hatinya berontak
"kenapa Hardi tidak pernah tahu apa yang kurasakan. Bukan tidak tahu. Tapi tidak mau tahu. Tidak mencari tahu. Apa dia pikir hatiku ini baja?? Bukan! Hatiku bukan baja! Bahkan ketika menemuinya aku masih harus mengumpulkan nyaliku agar aku tidak menangis dihadapannya. Tapi apa? Aku tak sekuat itu! Aku wanita Hardi!! Aku sangat memujamu walaupun kamu telah menginjakku. Hingga pada akhirnya aku memilih dia. Untuk pelarianku. Dia yang jauh disana. Dia yang tidak kukenal sebelumnya. Andai kamu tau mengapa aku memilihnya"
Tangis Anny semakin keras
"walau jauh aku memilihnya agar dia tidak menyentuh tubuhku. Aku hanya ingin kamu yang menyentuh tubuh ini Hardi! Kamu! Bukan yang lain!"
karena cinta tak jauh dari nafsu
No comments:
Post a Comment